Truk tronton adalah jenis truk berat yang memiliki tiga sumbu atau tiga gandar. Istilah “tronton” biasanya merujuk pada konfigurasi sumbu ganda di bagian belakang truk tersebut.
Dengan demikian, truk tronton memiliki dua roda belakang di setiap gandar belakang, memberikan total enam roda di bagian belakang truk.
Karakteristik truk tronton mencakup kemampuan angkut muatan yang besar dan berat, sehingga sering digunakan untuk pengangkutan kargo besar, seperti kontainer atau barang-barang industri.
Truk tronton seringkali menjadi pilihan untuk pengiriman barang dalam jumlah besar di jalan raya atau lintas negara. Keuntungan dari truk tronton meliputi kapasitas angkut yang besar, kemampuan menangani beban berat, dan stabilitas yang lebih baik dibandingkan dengan truk dengan jumlah roda yang lebih sedikit.
Truk tronton memiliki beberapa jenis yang biasa digunakan untuk pengiriman barang. Apa saja itu? Selengkapnya berikut ini ulasannya.
Tronton Losbak
Tronton Losbak adalah jenis truk dengan 10 roda, mirip dengan truk tronton bak pada umumnya. Bedanya, truk ini tidak memiliki bak pada sisi samping maupun belakang, melainkan hanya lantai datar yang terbuat dari kayu atau besi.
Tronton Losbak digunakan untuk mengangkut berbagai jenis muatan, termasuk alat berat seperti excavator, bulldozer, dan crane. Selain itu, truk ini cocok untuk mengangkut mesin industri, generator, trafo, bahan baku seperti kayu, besi, dan semen, serta bahan konstruksi seperti balok baja, beton, dan pipa. Kemampuannya juga mencakup pengangkutan kontainer 20 kaki.
Tronton Box
Tronton box merupakan truk besar dengan 10 roda, konfigurasi 2 roda di depan dan 4 roda di belakang (2 sumbu). Bak tronton box terbuat dari baja atau aluminium dengan dimensi panjang sekitar 9,6 meter, lebar 2,4 meter, dan tinggi 2,4 meter. Bak ini dirancang tertutup rapat dan dilengkapi dengan pintu di bagian belakang untuk memudahkan proses bongkar muat.
Tronton box banyak digunakan untuk mengangkut berbagai jenis barang seperti elektronik (TV, kulkas, mesin cuci), FMCG (makanan ringan, minuman, produk kecantikan), barang industri (ban, plastik, tekstil), furniture (kursi, meja, lemari), serta barang pindahan rumah tangga dan kantor.
Dengan kapasitas muatan besar dan bak yang tertutup, tronton box menjadi pilihan efektif untuk keperluan distribusi dan logistik.
Tronton Wingbox
Tronton wingbox memiliki bak yang serupa dengan tronton box, namun bak ini dapat terbuka di samping untuk memudahkan bongkar muat. Hal ini membuat tronton wingbox cocok untuk mengangkut barang yang besar dan tidak mudah dibongkar muat, seperti furniture dan barang pindahan.
Sayap atau pintu atas bak Wingbox dapat dikunci untuk memberikan tingkat keamanan ekstra terhadap muatan. Di sisi lain, kemudahan aksesibilitas membuat proses bongkar muat menjadi lebih cepat dan efisien.
Tronton Fuso
Tronton Fuso adalah jenis truk tronton yang diproduksi oleh Mitsubishi Fuso. Truk ini terkenal dengan ketahanannya dan memiliki banyak pilihan model dengan spesifikasi yang berbeda-beda.
Fuso biasanya digunakan untuk mengangkut kargo berat dalam jumlah besar. Desain dan kapasitas muatan yang besar membuatnya cocok untuk membawa barang-barang industri, bahan bangunan, atau bahan baku.
Tronton Hino
Tronton Hino adalah jenis truk tronton yang diproduksi oleh Hino Motors. Truk ini terkenal dengan performanya yang handal dan memiliki banyak pilihan model dengan spesifikasi yang berbeda-beda.
Truk Tronton Hino sering digunakan dalam operasi distribusi barang di berbagai industri, termasuk distribusi logistik, pengiriman barang, dan rantai pasokan.
Seperti jenis truk tronton lainnya, memiliki kemampuan dan kegunaan yang sangat bervariasi tergantung pada model, konfigurasi, dan spesifikasi tertentu yang dipilih oleh pengguna.
Penggunaan yang optimal tergantung pada kebutuhan khusus pengguna, termasuk jenis muatan, kondisi medan, dan jarak perjalanan yang diperlukan.
Tronton MAN
Tronton MAN merujuk pada truk berat yang diproduksi oleh MAN Truck & Bus AG, sebuah perusahaan Jerman yang dikenal sebagai produsen truk dan bus. Beberapa varian tronton MAN mungkin dirancang khusus untuk mengangkut kontainer, mendukung kegiatan logistik dan pengiriman antar kota atau antar negara.
Macam-macam Kapasitas Truk Tronton

Berikut adalah beberapa macam kapasitas truk tronton:
Tronton Box
Truk tronton dengan kapasitas muatan sekitar 20-30 ton memiliki kemampuan yang signifikan dalam mengangkut kargo berat. Baknya memiliki volume sekitar 20-30 meter kubik, memungkinkan pengangkutan muatan yang besar dan voluminosa.
Tronton Wingbox
Truk ini memiliki kapasitas muatan sekitar 20-30 ton, dengan volume bak sekitar 20-30 meter kubik, serta dimensi bak panjang 9,6 meter, lebar 2,4 meter, dan tinggi 2,4 meter.
Tronton Losbak
Kapasitas truk tronton losbak dapat bervariasi tergantung pada model dan spesifikasi tertentu yang dipilih. Namun, secara umum, tronton losbak umumnya memiliki kapasitas muatan yang cukup besar, berkisar antara 20 hingga 30 ton atau bahkan lebih.
Tronton Fuso
Kapasitas muatan truk tronton Fuso dapat bervariasi tergantung pada model dan spesifikasi tertentu yang dipilih. Secara umum, truk tronton Fuso biasanya memiliki kapasitas muatan yang signifikan, dapat mencapai puluhan ton. Kapasitas ini menjadikannya cocok untuk mengangkut kargo berat dan voluminosa, mendukung berbagai kebutuhan distribusi, logistik, dan industri.
Tronton Hino
Truk ini sama seperti kapasitas tronton lainnya, memiliki kapasitas muatan berkisar antara 20 hingga 30 ton, dengan volume bak mencapai 20-30 meter kubik. Dimensi baknya mencakup panjang 9,6 meter, lebar 2,4 meter, dan tinggi 2,4 meter.
Tronton MAN
Kapasitas truk tronton MAN juga hampir sama layaknya kapasitas lainnya. Kapasitas muatan truk tronton MAN dapat bervariasi tergantung pada model dan konfigurasi tertentu.
Secara umum, truk tronton MAN memiliki kapasitas muatan yang besar, seringkali dapat mencapai puluhan ton, membuatnya cocok untuk mengangkut kargo berat dan voluminosa.
Perlu dicatat bahwa kapasitas truk tronton dapat bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti konfigurasi sumbu, ukuran bak, dan peraturan lalu lintas di wilayah tertentu. Selain itu, setiap negara dapat memiliki standar dan regulasi sendiri yang mengatur kapasitas truk di jalan raya.



